Benarkah Takfir Hanya Hak Ulama, Sementara Orang Awam Dilarang Mengkafirkan?!

I. Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah

1- Apakah wajib atas awam mengkafirkan orang yang kekafirannya jelas, atau jelas padanya kekafiran?

Jawab: Apabila jelas padanya petunjuk yang menjadikannya kafir, ia mengkafirkannya, apa yang menghalanginya (dari ini)?! Apabila jelas baginya (awam) apa yang mengharuskan kafirnya (orang tersebut), ia mengkafirkan orang itu. Seperti kita mengkafirkan Abu Jahl dan Abu Thalib dan Utbah bin Rabi’ah dan Syaibah bin Rabi’ah. Dan dalil akan kafirnya mereka adalah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerangi mereka diperang Badr.

 

2- Wahai Syaikh, orang awam dilarang dari takfir?

Jawab: Orang awam tidak boleh mengkafirkan kecuali dengan dalil. Orang awam tidak punya ilmu yang musykil  ini. Tapi barangsiapa yang punya ilmu tentang suatu perkara, seperti orang yang mengingkari haramnya zina, orang ini kafir disisi awam atau orang berilmu. Perkara ini tidak ada syubhat. Jika ada orang bilang: Sesungguhnya zina halal. Orang ini kafir disisi semua orang, ini tidak butuh dalil-dalil. Atau orang yang mengatakan: Sesungguhnya syirik boleh. Orang ini membolehkan manusia beribadah kepada selain Allah. Apa ada orang yang ragu tentang (orang) ini?! Perkara ini tidak butuh dalil-dalil. Jika ada orang mengatakan: Sesungguhnya syirik boleh. Dia membolehkan bagi orang-orang untuk beribadah kepada berhala, bintang dan jin, orang ini kafir. Abstain hanya dalam perkara-perkara yang musykil, yang terkadang samar bagi orang awam.

Sumber: http://majles.alukah.net/t20453/

https://www.youtube.com/watch?v=AbhaMd8vLGs

 

 

II. Asy-Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan

3- Apakah mengkafirkan orang yang melakukan syirik besar dan orang yang mencaci Allah hanya khusus peran ulama?

Jawab; Apabila kamu mendengar kemungkaran ini, ingkari perbuatan ini. Bilang kepadanya, “Hal ini tidak boleh, haram kamu bicara seperti ini.” Kamu nasihati dia sebatas pengetahuanmu. Adapun menerapkan hukum atas orang ini, maka ini kembali kepada ulama.

Sumber; https://www.youtube.com/watch?v=YE5AfUfA2WU

 

4- Apakah takfir merupakan hukum bagi semua orang termasuk para penuntut ilmu pemula, atau perkara ini khusus untuk para ulama kibar dan hakim saja?

Jawab; Barangsiapa yang tampak padanya kesyirikan, menyembelih untuk selain Allah, bernazar kepada selain Allah, tampak padanya hal ini dengan jelas. Dia menyembelih untuk selain Allah, bernazar kepada selain Allah, beristighatsah kepada selain Allah dari orang-orang yang telah mati, menyeru orang mati, yang seperti ini kesyirikannya terang. Barangsiapa mendengarnya dia menghukuminya kafir dan syirik. Adapun persoalan yang samar yang membutuhkan ilmu dan bashirah, yang seperti ini dikembalikan kepada ahli ilmu.

Sumber; https://www.youtube.com/watch?v=BsUVCk5qNHc

 

5- Persoalan takfir mu’ayyan, apakah persoalan ini berlaku bagi semua orang ataukah ia khusus perannya ulama?

Jawab; Tidak boleh mengurusi persoalan takfir selain ulama. Tidak boleh mengurusinya orang-orang jahil atau sok pintar. Para ulama merekalah yang mengerti kapan boleh mengkafirkan dan kapan tidak boleh. Ini persoalan berbahaya sekali, tidak boleh masuk ke dalamnya selain ahli ilmu.

Sumber; https://www.youtube.com/watch?v=OiqTu1Sfskg

 

6- Disini di Prancis di sebuah kota terdapat pemuda-pemuda mengkafirkan orang-orang dan mereka berdalih dengan persoalan udzur bil jahl. Mereka mengatakan, “Kami tidak mengudzur seorang pun karena kejahilan. Apa arahan Anda kepada mereka terkait persoalan ini?

Jawab; Takfir tidak boleh dilakukan kecuali oleh ahli ilmu yang mengetahui sebab-sebab takfir. Tidak boleh sembarang orang mengkafirkan manusia. Tidak boleh orang-orang jahil atau yang sok pintar atau para pengekor hawa nafsu, tidak boleh mereka melakukan hal ini. Tidak boleh mereka mengkafirkan tanpa ilmu, tidak boleh mereka mengkafirkan dengan hawa nafsu. Dengan sekedar dia benci kepada seseorang lalu mereka kafirkan. Atau seseorang bukan anggotanya, lalu mereka kafirkan. Perkataan seperti ini tidak boleh, haram, hanya kepada Allah kita mohon perlindungan.

Tapi orang yang melakukan pembatal dari pembatal-pembatal keislaman, lalu hakim menghukuminya murtad, maka sah hukum itu dari si hakim. Adapun sembarang orang mengkafirkan, ini tidak boleh. Tapi boleh memperingatkan manusia dari perkara-perkara seperti ini, kamu nasihati mereka. Adapun menghukumi mereka dengan kekufuran, tidak boleh. Karena apabila kamu hukumi dia kafir, berarti wajib membunuhnya, istrinya lepas darinya, tidak mewarisi dari keluarganya, tidak mewariskan kepara mereka dan hartanya menjadi milik baitul mal. Berlaku darinya persoalan-persoalan ini. Kamu keluarkan seorang muslim dari Islam, sedangkan kamu jahil, atau bermusuhan dengannya, atau orang itu bukan termasuk kelompokmu, seperti kelompok fulani, ini tidak boleh.

Sumber; https://www.youtube.com/watch?v=Furn6H8xpkM&feature=youtu.be

 

III. Asy-Syaikh Utsman As-Salimi

7- Apakah takfir mu’ayyan (mengkafirkan person) hak seorang ahli ijtihad atau semua orang? Dan apakah kejahilan menjadi udzur dalam perkara ini?

Jawab: Takfir mu’ayyan sulit. Hukum asalnya seorang muslim tetap pada keislamannya dan tidak dikeluarkan dari keislaman kecuali apabila melanggar kekufuran yang terang. Kekufuran yang terang, seperti orang yang sujud kepada berhala atau menyeru orang mati atau menyembelih untuk mereka selain Allah. Maka orang ini dinasihati dan (orang-orang) diperingatkan darinya. Seperti (juga) perbuatan menyembelih di kuburan dan memanggil-manggil penghuninya, atau seseorang yang mengingkari Al Qur’an atau mencaci Allah atau rasul. Maka orang ini kafir. Semua orang yang memiliki ilmu meskipun sedikit mengkafirkan orang ini.

Selengkapnya lihat; http://www.tauhidfirst.net/apakah-mengkafirkan-personal-hanya-haknya-ulama/

 

Kesimpulan;

Melalui keterangan para ulama diatas kita mengetahui bahwa persoalan takfir tidak semuanya sama. Pada perkara-perkara yang samar, tidak boleh mengkafirkan kecuali ulama. Begitu pula hal yang berkaitan dengan penegakan hukum atasnya. Adapun persoalan-persoalan yang terang yang diketahui oleh semua muslim maka pelakunya kafir disisi orang awam terlebih lagi ulama.

Wallahua’lam.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *