Pertanyaan: Apakah tidak adanya udzur bil jahl dalam pokok-pokok agama termasuk yang disepakati ahli ilmu atau perkara ini khilafiyah, dan apakah khilaf dalam perkara ini mu’tabar ataukah tidak. Dan apakah orang-orang yang berpendapat adanya udzur bil jahl dalam persoalan agama yang terang dianggap telah keluar dari ahlussunnah wal jama’ah dan terjatuh ke dalam irja’

Syaikh menjawab:

Udzur bil jahl dalam perkara-perkara pokok setelah Allah turunkan kitab-kitab dan utus para rasul, kejahilan tidak dianggap udzur disamping adanya kemampuan belajar dan tafaqquh fid-diin. Maka apabila seorang hamba mengetahui bahwa Allah telah menurunkan sebuah kitab, padanya terdapat penjelasan-penjelasan dan petunjuk, padanya terdapat perintah dan larangan, halal dan haram. Dan (dia mengetahui) Allah telah mengutus seorang rasul, dan dia mampu untuk memahami dengan apa yang telah anugrahkan kepadanya dari perangkat-perangkat untuk memahami; hati, lisan dan pendengaran dan pengelihatan kemudian dia tetap saja jahil, beralasan dengan kejahilan, sehingga tetap diatas kesyirikan, atau kebid’ahan yang menjadikannya kafir fasik, orang seperti ini tidak ada udzur baginya dan tidak termasuk yang diberi udzur. Tapi mungkin diudzur yaitu orang yang tidak sampai kepadanya risalah, risalah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan dia tidak mendengar bahwa Allah telah menurunkan sebuah kitab, atau mengutus seorang rasul. Atau orang yang diudzur ini termasuk non arab yang tidak mendapati orang yang mengajarinya kitab ini (Al Qur’an) dan menjelaskan apa yang terdapat di dalamnya dari pokok-pokok agama, hak-haknya dan furu’-furu’nya. Maka mereka ini mungkin diudzur apabila mengerahkan upaya untuk mendapati orang yang mengajarkannya agama Islam dan menjadikannya faqih tentangnya. Apabila mereka tidak mendapatinya maka mereka diberi udzur sampai mendapatkannya. Dan dizaman ini mustahil keadaannya seperti itu kecuali pada tempat-tempat yang kami tidak ketahui karena banyaknya sarana informasi untuk sampainya Al Qur’an Al Karim dan sunnah yang suci dan fikih Al Kitab dan As-Sunnah dan nasihat-nasihat ulama dan pelajaran-pelajaran mereka yang bisa mencapai belahan timur dan barat. Maka barangsiapa bertahan diatas kejahilannya dan berdalih bahwa dia ummi (jahil) maka dia telah mendzalimi dirinya sendiri, dan tidak ada udzur baginya.

Dan udzur sebagaimana telah aku terangkan di depan, adalah untuk orang yang tidak pernah mendengar bahwa Allah menurunkan Al Kitab dan mengutus rasul. Atau dia mendengar tapi dia tidak mendapati orang yang menerangkan apa yang terdapat pada kitab ini dan apa yang terdapat pada risalah rasulullah karena dia non arab yang tidak paham bahasa arab dan tidak mendapati guru yang mengajarkan bahasa arab kemudian dia sudah mengerahkan upayanya dan keluar seperti orang yang mencari rezeki, tapi dia tidak mendapati seorang pun yang demikian maka orang ini diberi udzur sampai dia mendapati orang yang menerangkan kepadanya risalah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang merupakan wajib ainiy atas semua mukallaf dari jin maupun manusia.

 

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=wNMHIeTxxDM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *