Segala puji hanya milik Allah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan para shahabatnya. Amma ba’du;

Telah sampai kepadaku pertanyaan dari sebagian saudara dari Pakistan. Inti pertanyaan itu;

Apa hukum orang yang meminta diberlakukannya dasar-dasar ajaran sosialis komunis dan memerangi hukum Islam. Dan apa hukum orang-orang yang membantu mereka atas tuntutannya ini dan sebaliknya mencela orang-orang yang menuntut penegakan hukum Islam, mengejek mereka dan menuduh mereka dengan berbagai bentuk kedustaan. Bolehkah menjadikan mereka imam dan khatib di masjid-masjid muslimin?

Jawab;

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga dan para shahabatnya dan orang-orang meniti jalannya.

Tidak diragukan bahwa wajib atas para pemimpin ummat Islam serta para tokohnya untuk berhukum dengan syariat Islam pada semua lini kehidupan mereka. Dan (wajib atas mereka) memerangi apa saja yang bersebrangan dengannya. Ini perkara yang disepakati diantara ulama Islam dan tidak diperdebatkan, Alhamdulillah. Dalil-dalil akan hal ini banyak terdapat di dalam Al Kitab dan As-Sunnah dan dikenal oleh para ahli ilmu. Diantaranya firman Allah Ta’aala;

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (Qs. An-Nisaa’; 65) dan juga firman Allah Ta’aala;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Qs. An-Nisaa’; 59) dan firman Allah Ta’aala;

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

“Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah.(Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Rabbku.Kepada-Nyalah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.” (Qs. Asy Syura; 10) dan firman Allah Ta’aala;

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih daripada (hukum) Allah bagi oang-orang yang yakin?” (Qs. Al Maidah; 50) dan firman Allah Ta’aala;

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

“Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-oang yang kafir.” (Qs. Al Maidah; 44) dan firman Allah Ta’aala;

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (Qs. Al Maidah; 45) dan firman Allah Ta’aala;

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (Qs. Al Maidah; 47)

Dan ayat-ayat yang semisal dengan ini banyak sekali. Dan ulama telah ijma’ bahwa barangsiapa menyangka selain hukum Allah lebih baik daripada hukum Allah, atau selain petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lebih baik daripada petunjuknya maka dia kafir. Sebagaimana mereka juga ijma bahwa barangsiapa menyangka boleh bagi manusia kuluar dari syariat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atau berhukum kepada selain syariatnya maka dia kafir sesat.

Dan berdasarkan apa yang telah kami sebutkan dari dalil-dalil Al Qur’an dan ijma ulama, penanya dan selainnya bisa mengetahui bahwa orang-orang yang mengajak kepada ajaran sosialis atau komunis, atau selain keduanya dari ajaran-ajaran yang rusak dan merusak yang bersebrangan dengan hukum Islam, mereka orang-orang kafir dan sesat. Mereka lebih kafir daripada Yahudi dan Kristen. Karena mereka Atheis tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan tidak boleh menjadikan seorang pun dari mereka sebagai khatib atau imam di masjid mana pun dari masjid-masjid muslimin, dan tidak sah shalat dibelakang mereka.

Dan semua orang yang membantu mereka di atas kesesatan mereka, dan menganggap baik seruan mereka, dan mencela da’i-da’i yang menyeru kepada Islam dan mengejek mereka, maka dia kafir sesat. Hukum atasnya sama seperti hukum kelompok Atheis yang ikut meniti jalan mereka dan mendukung mereka diatas tuntutan mereka. Dan ulama telah ijma bahwa barangsiapa membantu orang-orang kafir dalam memerangi muslimin dan membela mereka dengan bantuan apa pun maka dia kafir seperti mereka, sebagaimana firman Allah Ta’aala;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Qs. Al Maidah; 51) dan firman Allah Ta’aala;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu,jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Qs. At-Taubah; 23)

Dan saya harap apa yang saya sebutkan ini cukup dan melegakan bagi para pencari kebenaran. Dan Allah yang berkata benar dan Dia yang menunjuki jalannya. Mari kita minta kepada Allah agar Dia memperbaiki keadaan muslimin dan menyatukan kalimat mereka di atas kebenaran dan membungkam musuh-musuh Islam dan mencerai-beraikan barisan mereka dan menghancurkan kekuatan mereka dan menyelamatkan ummat Islam dari kejahatan mereka. Sesungguhnya Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan utusan-Nya Nabi kita Muhammad, keluarga dan para shahabatnya.

Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz (1/268-270)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *