Ketika orang-orang sudah berpaling dari berpedoman kepada Al Kitab & Sunnah. Dan mereka menganggap keduanya belum cukup. Lalu menggantinya dengan pendapat-pendapat, qiyas, istihsan dan ucapan-ucapan tokoh. Dijadikanlah pada mereka kerusakan pada fitrah-fitrah mereka. Kegelapan dan kerusakan pada akal-akal dan pemahaman mereka. Sampai-sampai kondisi seperti ini merebak dan menguasai kehidupan mereka.

Anak-anak tumbuh dewasa, orang-orang beranjak tua dalam kondisi dan keadaan demikian ini. Herannya mereka tidak lagi melihatnya sebagai perkara yang mungkar. Sampai datang kepada mereka perubahan lainnya. Bid’ah menguasai sunnah, perasaan mengalahkan akal, hawa nafsu menindas kebenaran, kesesatan menggantikan petunjuk, kemungkaran menggantikan keadilan, kepalsuan menggantikan nasihat, kedzaliman menguasai. Sehingga kondisi dan keadaan dikendalikan oleh mereka. Dan para pengusung kedzaliman merekalah penentu kebijakan padahal sebelumnya kendali ditangan kebenaran dan pengusungnya.

Maka jika engkau dapati suatu negeri telah dikuasai kerusakan-kerusakan ini, bendera-bendera kebatilan telah ditancapkan dan tentara-tentaranya telah dipersenjatai, maka demi Allah tinggal di perut bumi lebih baik daripada di atasnya. Dan hidup di puncak-puncak bukit lebih baik dari pesisirnya. Dan berteman dengan ternak lebih selamat daripada berteman dengan manusia.

Bumi pun risih dan langit menggelap. Dan merebaklah kerusakan di bumi dan di lautan diakibatkan gelapnya pelaku maksiat. Hilang sudah keberkahan-keberkahan, kebaikan menipis, hewan-hewan mengurus hingga hidup menjadi sempit akibat kefasikan pelaku kedzaliman. Maka menangislah cahaya siang dan kegelapan malam akibat perbuatan-perbuatan rusak dan keji. Para malaikat pencatat dan malaikat penjaga mengeluh kepada Rabnya akan banyaknya zina. Dan merebaklah kemungkaran dan kekejian.

Demi Allah, yang seperti ini adalah sinyal akan datangnya gelombang adzab yang telah bersiap-siap menghantam. Maka menyingkirlah dari jalan gelombang ini dengan taubat yang benar, selagi masih ada waktu dan pintunya terbuka.

Tapi… sebentar lagi pintunya ditutup dan pinjaman akan ditarik Sang Pemilik.

((Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali)). (QS. 26:227)

Ibnul Qayyim

One thought on “Ketika Saat Itu Datang, Menyingkirlah!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *