Asy-Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan

Assalamu’alaikum, wahai yang memiliki keutamaan; Ini pertanyaan dari sebagian kaum wanita yang mengatakan; Apa pendapat Anda tentang Habib Al Jufri. Apakah dia tergolong Ahlussunnah wal Jama’ah? Karena kami telah mendengar dari sebagian orang di negeri ini, atau di negeri ini ada yang berpendapat tidak mengapa menyimak kajiannya. Saya harap Anda menjelaskan kepada kami akidah orang ini, karena telah terjadi fitnah yang besar terkait orang ini….

Jawab; Orang ini, kaset-kaset dan tulisan-tulisannya menjelaskan hakikat dia. Orang ini mubtadi’ seorang yang gemar dengan khurafat, mengajak kepada peribadahan terhadap kuburan-kuburan dan pusara-pusara. Orang ini gemar khurafat kaset-kasetnya ada jelas dengan suaranya dan ucapannya. Mengolok-olok Ahlussunnah dan ahli tauhid dan mengolok-olok mereka.

 

Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi

Berikut ini seorang penanya dari negeri Emirat berkata; Sekarang ini banyak orang yang memperdebatkan Al Jufri, sebagian membela dan sebagian lainnya memperingatkan darinya. Maka apa nasihat Anda bagi semua? Dan apakah jika manusia diperingatkan dari orang ini berarti hal ini menjadi ghibah yang haram?

Jawab;

Yang aku pandang bahwa Al Jufri seorang sufi. Dia seorang sufi asy’ari, bahkan lebih dari itu dia memuji penganut ajaran wihdatul wujud dan selain mereka dan bahkan ia memandang bolehnya kesyirikan dan menyeru orang-orang shalih dan memanggil-manggil orang mati. Kesimpulannya orang ini seorang khurafi dan quburi, sufi, asy’ari. Dan peringatan ini bukan termasuk ghibah, melainkan nasihat. Mengeluarkan peringatan dari orang-orang jahat dan dari ahli bid’ah dan orang-orang yang menyesatkan (manusia) bukan termasuk ghibah, bahkan ia tergolong nasihat, dikecualikan (dari ghibah yang diharamkan).

Maka dia mukharrif (gemar khurafat). Al Jufri tidak diragukan seorang mukharrif. Kami mendengar ucapannya di kaset dan ditranskrip. Kami dapati bahwa dia membolehkan menyeru para penghuni kubur, dan bertawassul kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan berdalil dengan hadits-hadits palsu. Dan ia juga menisbatkan kepada shahih Al Bukhari dan Muslim hadits-hadits yang tidak terdapat padanya. Dia melemahkan hadits-hadits. Kesimpulannya dia seorang khurafi, sufi, quburi, asy’ari.

 

Asy-Syaikh Ubaidullah Al Jabiri

Berikut ini adalah transkrip rekaman ceramah yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Ubaid Al Jabiri yang memperingatkan dari kesesatan-kesesatan Al Jufri.

Beliau berkata; Dan setelah ini sesungguhnya aku akan menutup pembicaraan yang panjang bersama kalian. Dan saya minta maaf, sepertinya saya membuat kalian bosan. Tapi kami tidak bisa mengelak, sedangkan orang-orang, maksud saya kaum  yang bodoh, lalai dan jahil. Mereka keliling dunia, diantara mereka seperti Al Jufri. Dia mengajak manusia kepada kesesatan setelah hidayah, dan kepada kekufuran setelah keislaman. Maka wajib atas kami menjelaskan. Dan ini adalah yang Allah wajibkan atas kami di dalam kitab-Nya. Dan begitu juga sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menerangkan demikain. Dan telah aku paparkan kepada kalian dalil-dalil di awal pembicaraan, sehingga tidak perlu diulang.

Kedua; Telah jelas oleh kalian dari pembicaraan yang kita bersungguh-sungguh dalam menyingkap keadaan orang ini dan membatalkan apa yang dikandung pada ungkapan-ungkapannya dengan dalil. Hanya milik Allah segala pujian dan karunia. Telah jelas bagi kalian bahwa orang ini sangat giat dan tenggelam di dalam kesyirikan. Dan dia tidak berada diatas ajaran yang Allah utus rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk mengajarkannya dari ajaran tauhid, islam dan sunnah. Sebaliknya bahkan orang ini da’i yang mengajak kepada kesyirikan dan kalian telah dapati kegigihannya dan kelihaiannya dari sela-sela aya yang telah kami singkap untuk kalian dengan bukti-bukti dari kebohongannya, penipuannya, muslihat dan pemalsuannya.

Ketiga; Sesungguhnya aku mengatakan, dan aku tidak takut menyampaikan karena Allah terhadap celaan orang yang mencela. Dan sesungguhnya aku beragama kepada Allah dengannya. Sesungguhnya aku memperingatkan siapa saja yang mendengar pembicaraanku ini dari kaum muslimin dan muslimat, aku minta kepada mereka dan agar mereka mau menjadi penyambung lidahku ini, agar menyampaikan nasihat ini kepada siapa saja yang belum mendengarnya langsung dari saya. Karena ratusan orang antara kita dan mereka ada penghalang. Aku minta kepada kalian wahai anak-anak muslimin dan muslimat agar kalian menyampaikan apa yang telah kalian dengar. Dan itu, segala puji hanya milik Allah, dibangun diatas dalil yang tidak terbantahkan, dan bukti yang terang benderang dari kitab Rab kita dan sunnah Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena yang demikian termasuk ta’awun diatas kebaikan dan ketakwaan yang telah Allah perintahkan kita pada ayat yang banyak, diantaranya, “Dan bekerjasamalah kalian diatas kebajikan dan ketakwaan, dan jangan kalian bekerjasama di atas dosa dan permusuhan.”

Dan aku tambahkan, aku ajak. Secara khusus dan umum. Aku khususkan dan aku umumkan. Maka aku khususkan anak-anak laki dan perempuan kita, dan ikhwan dan akhwat kita di negeri-negeri sekitar Jazirah Arab. Kemudian aku menambahkan, aku mengajak anak-anak laki dan perempuan kita, dan ikhwan dan akhwat kita untuk berhati-hati dari orang ini, dan agar memboikotnya, menjauh darinya dan tidak berhubungan sama sekali dengannya. Karena barangsiapa loyal kepadanya dan mencintainya, berarti dia termasuk orang-orang yang berkasih sayang dengan manuusia yang memusuhi Allah dan rasul-Nya.

Karena sesungguhnya orang ini berdasarkan ucapan-ucapannya telah menentang Allah dan rasul-Nya. Mendustakan kitab Rab kita dan sunnah nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan menempuh selain jalannya orang-orang beriman.

Kemudian aku generalkan seruan kepada segenap kaum muslimin dan muslimat kepada hal ini. Yang di Eropa, di Amerika, di Afrika, di timur Asia dan disemua benua-benua. Agar mereka mengetahui bahwa shalat orang ini batal selagi dia tetap berada diatas keyakinannya ini. Begitu pula ketahuilah batalnya shalat orang yang bermakmum di belakangnya. Apakah shalat wajib, atau Jum’at atau shalat dua hari raya. Dan apabila orang ini dipasang sebagai imam, maka jangan kalian shalat di belakang dia, wahai muslimin dan muslimat, yakni selagi dia masih berada di atas akidahnya.

Dan aku katakana dengan terus terang, menyeru para ulama yang terpilih, orang-orang yang memiliki keutamaan dari para dai ke jalan Allah di atas bashirah, agar mereka minta kepada waliyul amri di satu negeri dimana orang ini tinggal disitu, agar mereka minta kepada waliyul amri untuk mengadilinya. Agar mereka mengangkat persoalannya kepada pengadilan syariat, agar para qadhi memutuskan putusan mereka dan mengeluarkan hukum mereka dan menuntut orang ini untuk bertaubat.

Dan demi Allah, demi Allah, demi Allah. Apabila orang ini tidak bertaubat dari cara-caranya dengan taubat yang nasuha, dimana dia berlepas dari ini semua dan memperbaiki keadaannya dan kembali kepada tauhid, apabila pada asalnya dia muwahhid meskipun aku tidak yakin akan hal ini, dan agar dia menerangkan kepada manusia tauhid dan menerangkan bahwa dia telah merusak akidah manusia. Dia ini –demi Allah- telah halal darah dan hartanya. Wajib atas waliyul amri negerinya dan imamnya membunuhnya apabila dia belum bertaubat. Kewajiban ini bukan tugas person muslimin. Bahkan tidak boleh bagi salah seorang dari muslimin untuk menyengaja membunuhnya, tidak boleh! Karena akan membuat kekacauan, tapi ini kewajibannya waliyul amri muslimin, imam muslimin, mereka yang wajib menegakkan hukuman ini kepada Al Jufri ini. Dan aku tidak mengkhususkan sebuah negeri pun dimana dia tinggal untuk menangkap tapi siapa saja dari hakim ummat Islam agar mengadilinya.

Ini yang bisa saya sampaikan dan aku minta kepada Allah Yang Maha Mulia, Rab yang menguasai Al Arsy yang besar agar Dia menjadikan saya dan kalian sebagai orang-orang yang mendapat petunjuk dan menunjuki manusia, shalih dan membawa kepada perbaikan. Dan agar Dia menunjukkan kepada kita kebenaran sebagai kebenaran dan menganugrahkan kita bisa mengikutinya. Dan menunjuki kebatilan sebagai kebatilan dan meneguhkan kita untuk meninggalkannya. Dan tidak menjadikan kebatilan samar sehingga kita tersesat. Laa hawla Walaa Quwwata Illa billah. Huwa Hasbuna wa ni’mal Wakil

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para shahabatnya semuanya.

Sumber; https://groups.google.com/forum/#!topic/radi1919/Pm9176ii3nw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *