Para imam Ahlussunnah wal Jamaah dan para ahli ilmu dan iman, terdapat pada mereka ilmu dan kasih sayang. Sehingga mereka mengenal kebenaran yang dengannya mereka berjalan di atas sunnah dan selamat dari kebid’ahan.

Dan mereka bersikap adil terhadap orang-orang yang keluar dari sunnah meski orang-orang itu mendzalimi mereka. Seperti yang Allah Ta’aala firmankan;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Mereka menyayangi sesama, sehingga mereka menginginkan kebaikan bagi orang lain, menginginkan bagi mereka petunjuk dan ilmu. Dan mereka sekali-kali bukan orang yang mengawali kejelekan bagi orang lain. Melainkan, jika mereka menghukum -orang-orang yang menyimpang- dan menjelaskan kesalahan-kesalahan mereka, kejahilan mereka, kedzaliman mereka, maksud dari itu semua semata-mata adalah menjelaskan kebenaran, sayang kepada sesama, menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar dan agar hanya kalimat Allah lah yang tertinggi dan agama hanya milik Allah semata… selesai.

Sumber: Ar-Rad ‘Ala Al Bakri, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *