Siapakah Hamba Allah?

Pertanyaan 1: Apa arti kata “hamba”? Jawab: Hamba, apabila yang dimaukan darinya mu’abbad artinya Al Mudzallal Al Musakhkhar (yang dihinakan dan diatur). Maka hamba dengan pengertian seperti ini mencakup semua makhluk, dari alam atas dan alam bawah, baik berakal atau tidak berakal, yang basah maupun kering, bergerak atau diam, tampak atau tersembunyi, beriman atau kafir, Read More

TAFSIR KALIMAT TAUHID (Terjemahan Matan Kitab)

Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab (W. 1206) rahimahullah ditanya tentang arti “Laa ilaaha Illallah”. Beliau menjawab; اعلم رحمك الله أنّ هذه الكلمة هي الفارقة بين الكفر والإسلام، وهي كلمة التقوى، وهي العروة الوثقى، وهي التي جعلها إبراهيم عليه السلام كلمة باقية في عقبه لعلهم يرجعون. Ketahuilah semoga Allah merahmatimu, bahwa kalimat ini adalah; pembeda Read More

Enam Landasan Beragama [Al Ushul As-Sittah]

Kitab Ushul Sittah [Enam Landasan Beragama] karya Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah merupakan kitab mendasar yang seyogjanya menjadi landasan pemahaman setiap muslim. Karena pokok-pokok yang disebutkan didalamnya merupakan ajaran-ajaran dasar keislaman yang dalil-dalilnya populer dari Al Qur’an dan As-Sunnah. Untuk itu kami berupaya ketengahkan ke hadapan pembaca terjemahan dari kitab tersebut. Adapun penjabarannya Read More

4 Kaidah dalam Memahami Tauhid

Tidak ada islam tanpa tauhid. Oleh karena itu tauhid adalah ilmu yang pertama harus dipahami seorang muslim sebelum ilmu lainnya. Diantara kitab yang menjadi pegangan dasar dalam memahami tauhid adalah kitab “Al Qawaid Al Arba’” atau “4 Kaidah” yang ditulis Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Dalam kitab ini penulis memberikan empat buah kaidah yang menjelaskan Read More

Ilmu yang Tidak Bermanfaat!

Al Imam Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah, berkata: “Sungguh demi Allah Yang tidak ada sesembahan yang benar selain Dia, sesungguhnya ini adalah nasihat. Karena mayoritas orang yang kami dapati dan belajar kepada kami akan perkara ini dan ia telah mengerti dengan lisannya, tapi saat ada kejadian dia tidak mengetahui (hukum)nya!! Bahkan jika ada sebagian musyrikin Read More

Bagaimana Memahami An-Nisaa’ ayat 115?

 Allah Ta’aala berfirman pada surat An-Nisaa’ ayat 115: {وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيراً} [النساء: 115] “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya Read More

Bermudah-mudahan dalam Bab Takfir

Tidak dipungkiri bahwa menilai kafir orang-orang yang ditetapkan Al Kitab dan As-Sunnah serta ijma keislamannya merupakan perkara yang besar dan berbahaya bagi agama seseorang, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : “Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya: wahai kafir. Jika ucapannya ini benar, tapi jika salah hukum itu kembali kepadanya.” Dan telah datang peringatan dari para imam Read More

Kisah Sujudnya Muadz Kepada Nabi : Lemah & Munkar!

Berkata Al Imam Ibnu Majah Rahimahullah dalam Sunan-nya (1853) Azhar bin Marwan bercerita kepada kami, Hammad bin Zaid bercerita kepada kami, dari Ayyub, dari Al Qasim Asy-Syaibani, dari Abdullah bin Abi Auf, ia berkata: ((Ketika Muadz datang dari Syam, ia sujud kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Nabi berkata: Apa ini wahai Muadz? Muadz menjawab: Aku Read More

Ketegasan Ulama Islam Terhadap ISIS

Berikut ini beberapa cuplikan dari ucapan ulama rujukan Ahlussunnah dalam menjelaskan hakikat ISIS serta pelanggarannya terhadap Islam. Sebagian cuplikan dari ucapan ini disampaikan langsung pada beberapa tabligh akbar yang diselenggarakan Ahlussunnah di tanah air. 1- Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad: “Dan suatu hal yang disayangkan, fitnah (musibah) khilafah khayalan yang lahir beberapa waktu yang lalu ini, diterima Read More

Antara Berhala dan Kuburan Wali

Zaman sekarang—zaman yang penuh dengan syubhat (kerusakan ilmu/keraguan-AHSI) dan syahwat (nafsu menyelisihi kebenaran)—melazimkan (mengharuskan) setiap pencari kebenaran harus disertai dengan dalil dari Kitab dan Sunah. Jika ternyata kebenaran datang dari golongan Ahlus Sunnah yang dimusuhi oleh banyak kalangan maka diterima dan sebaliknya jika kebatilan datang dari golongan kita maka ditolak sebab kita mencari rida Allah عزّوجلّ bukan rida manusia. Read More