Syaikh Salafi yang Dermawan

“Afif, sekarang giliranmu untuk maju.” Tutur syaikh saat itu sambil meminta Afif untuk menjelaskan tugas yang diberikan beberapa hari yang lalu. Afif, ikhwan asli Jakarta itu, segera maju memperbaiki posisi kacamatanya dengan tangan kanannya yang dihiasi jam tangan hitam. Ia mulai menjelaskan namun terbata-bata. Seolah-olah ada sesuatu yang mengganjal lidahnya untuk memaparkan ‘’wajibat almanzil” (tugas Read More