Siapakah Hamba Allah?

Pertanyaan 1: Apa arti kata “hamba”? Jawab: Hamba, apabila yang dimaukan darinya mu’abbad artinya Al Mudzallal Al Musakhkhar (yang dihinakan dan diatur). Maka hamba dengan pengertian seperti ini mencakup semua makhluk, dari alam atas dan alam bawah, baik berakal atau tidak berakal, yang basah maupun kering, bergerak atau diam, tampak atau tersembunyi, beriman atau kafir, Read More

Apakah Kewajiban yang Pertama atas Seorang Hamba?

Pertanyaan 1: Apakah kewajiban yang pertama atas seorang hamba? Jawab: Kewajiban yang pertama atas seorang hamba adalah mengetahui perkara yang menjadi tujuan Allah menciptakan mereka, dan perkara yang dengannya Allah ambil dari mereka perjanjian, dan karenanya Allah utus para rasul, turunkan kitab-kitab dan karenanya juga Allah ciptakan dunia dan akhirat, surga dan neraka, dan karenanya Read More

Membayar Zakat Seminggu Sebelum Hari Raya, Haruskah Mengulanginya?

Pertanyaan; Saya telah mengeluarkan zakat fitrah lebih dari seminggu sebelum hari raya. Sahkah zakat saya? Dan apabila tidak sah, apa yang harus saya lakukan? Jawab: Segala puji hanya milik Allah. Pertama, ulama berbeda pendapat tentang kapan hari pertama seseorang boleh mengeluarkan zakat fitrah. Pendapat pertama mengatakan; Dua hari sebelum hari raya. Dan ini pendapat Malikiyah dan Read More

Membayar Zakat Fitrah Sebelum Waktunya. Bolehkah?

Tanya: Bolehkah membayar zakat fitrah beberapa hari sebelum Ramadhan? Jawab: Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah dan keluarganya dan para shahabatnya. Amma ba’du: Zakat fitrah menjadi wajib dengan al fithr (berakhirnya puasa) Ramadhan. Dan ini telah disepakati. Dan ulama berselisih tentang batasan waktu wajibnya. Asy-Syafi’i, Ahmad dan sebuah riwayat Read More

Syaikh Shalih Fauzan: Orang ini Tidak Berada diatas Madzhab Salaf! Tidak Ada Udzur Bagi Penyembah Kubur!

Tanya: Fadhilatus-Syaikh, semoga Allah memberimu taufik. Seorang penanya berkata: Di negeri kami ada seorang alim salafy. Dia bilang, bahwa orang yang mengucapkan Laa ilaaha Illallah dan belum kufur (mengingkari) apa-apa yang diibadahi selain Allah, maka sesungguhnya syahadatnya berguna baginya. Dan dia juga member udzur kepada orang yang sujud kepada kuburan karena jahil. Dan orang ini Read More

Sembahlah Allah, Jauhilah Kesyirikan!

Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan melarang mereka dari menyekutukan-Nya (syirik). Kemudiaan Dia sampaikan prinsip ini kepada segenap manusia dengan mengutus rasul-rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya, yang menjelaskan kepada mereka seperti apa ibadah yang Dia perintahkan dan apa kesyirikan yang Dia larang. Sehingga tidak ada seorang nabi pun melainkan mengajak ummatnya kepada tauhid dan melarang dari Read More

Tawassul, Syubhat Musyrikin Pertama

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang dua orang yang berselisih. Salah seorang berkata: Harus ada antara kita perantara dengan Allah Ta’aala, karena kita tidak mungkin sampai kepada Allah kecuali melalui perantara. Beliau menjelaskan: Apabila maksud dari ucapannya (ini), harus ada perantara yang menyampaikan kepada kita perintah Allah, maka ini benar. Karena makhluk tidak mengetahui apa Read More

Mereka yang Diberi Uzur Tidak Berpuasa

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah ditanya, “Siapakah orang-orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan?” Beliau Hafidzahullah menjawab, “Yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan adalah orang-orang yang mendapatkan udzur syar’i. Yang pertama; Orang yang sedang berada di dalam perjalanan (safar), yaitu safar yang diperbolehkan baginya mengqashar shalat. Kedua; Read More

Pembatal-pembatal Puasa

Puasa menjadi batal dengan beberapa sebab:  1- Jima’/melakukan hubungan suami-istri. Apabila orang yang berpuasa jima’ di siang hari di bulan Ramadhan, puasanya batal dan wajib atas dia mengqadha’ (mengganti) puasa hari tersebut dan membayar kaffarah (denda) yaitu: membebaskan budak apabila ia mampu, atau berpuasa 2 bulan berturut-turut, dan apabila ia tidak mampu berpuasa disebabkan suatu alasan Read More

Esensi Fikih

Waktu Sufyan al-Ṡaurī berkata, “Esensi ilmu (fikih) dalam perspektif kami adalah keringangan yang diberikan oleh seorang yang memiliki integritas (rukhṣah min ṡiqah), sedangkan tasydīd (restriksi) itu sangat mudah dilakukan (diberikan) oleh siapa saja” Tidak seorangpun beranggapan bahwa beliau termasuk dari kalangan yuris Islam yang mengelamkan kebenaran dan mencari-cari kemudahan. Siapa saja yang menjadikan standar juru Read More