MEMPOSISIKAN KEMBALI UCAPAN IMAM DAKWAH “TIDAK ADA UDZUR BAGI KEJAHILAN”

Perkataan yang terdapat pada kitab KASYF SYUBUHAT ini merupakan teks/nash langsung dari penulis bahwa tidak ada udzur karena kejahilan dalam persoalan pokok agama, dimana pelaku kesyirikan musyrik, kafir meski jahil. Adapun ucapan beliau yang bias dan samar hendaknya dipahami dalam bingkai keterangannya yang tegas. Karena membawa ucapan alim kepada makna yang searah adalah sikap yang Read More

Cetakan Terbaru, Revisi Fatwa Dan Kejujuran Dalam Menginginkan Kebenaran

Pada tulisan kali ini, kami insyaa Allaah akan memberikan penjelasan atas sebagian kalangan yang menyalahgunakan fatwa asy-Syaikh Shalih dalam melakukan pembenaran faham mereka dalam permasalahan takfir mu’ayyan. Dimana fatwa asy-Syaikh Shalih yang dicatut oleh mereka termaktub pada karya beliau hafidzhahullaah yaitu Syarh Risalah ad-Dalail cetakan tahun 1426H, halaman 212: Pertanyaan: Apa perbedaan menghukumi dengan kekufuran atas amalan dan menghukumi individu tertentu dengan Read More

Kitab: Hukum Takfir Mu’ayyan -Syaikh Ishaq (lengkap)

Bismillahirrahmanirrahim Ini adalah terjemahan terhadap kitab “Hukm Takfir Mu’ayyan wal Farq Baina Qiyamil Hujjah wa Fahmil Hujjah” (Hukum takfir mu’ayyan dan perbedaan antara tegak hujjah dengan paham hujjah) buah karya dari seorang ulama ushuli di zamannya; Asy-Syaikh Al Allamah Ishaq bin Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh rahimahullah.   Asy-Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan hafidzahullah berkata Read More

Apakah Mengkafirkan Personal Hanya Haknya Ulama?

Fadhilatus-Syaikh Utsman As-Salimi hafidzahullah pada kunjungannya ke tanah air ditanya seputar siapakah yang berhak mengkafirkan person tertentu? Perhatikanlah rincian yang beliau jelaskan, tampak kesalahan sebagian penuntut ilmu yang mengeneralisir perkara takfir seluruhnya sebagai hak ulama tanpa merincinya. Apa yang beliau jelaskan disini merupakan akidah Ahlussunnah di semua madzhab yang merinci perkara-perkara kekufuran kepada perkara yang Read More

Hukum Takfir Mu’ayyan (4) selesai

Dan perhatikan juga apa yang telah diucapkan oleh Syaikh Abdul Lathif yang beliau nukil dari Ibnul Qayyim bahwa kondisi mereka paling ringannya adalah seperti ahli fatrah yang wafat sebelum diturunkannya risalah dan orang yang tidak sampai kepadanya dakwah satu pun nabi dari para anbiya’. Sampai pada ucapannya: Dan kedua golongan ini (orang yang wafat sebelum Read More

Perbedaan Mutlak & Mu’ayyan dalam Bab Takfir

Berikut ini adalah transkrip terjemahan penjelasan Asy-Syaikh Muhammad Aman Al Jami rahimahullah seputar perbedaan antara takfir mutlak dan takfir mu’ayyan dalam perkara syirik besar dengan perincian. Beliau berkata: Perbedaan antara takfir mu’ayyan dengan takfir mutlak dengan penjelasan yang rinci, insyaAllah. Takfir mu’ayyan, boleh. Apabila ada seseorang dihadapanmu melakukan kekufuran yang nyata. Jika kamu melihat seseorang Read More

Simpan Tandukmu! Jangan Sulut Api Fitnah!

Tanggapan Seputar Pembahasan Syarat-syarat Takfir dan Membela Musyrikin dalam Memerangi Muslimin   Diantara bukti akan semangatnya saudaraku dalam menyalakan api fitnah dan permusuhan adalah ketidakadilannya (kedzaliman) dalam penukilan. Dimana ia –semoga Allah segera memperbaikinya- hanya menukil sebagian pernyataan-pernyataan saya yang global di sebagian tempat dan tutup mata dari pernyataan-pernyataan saya yang terperinci ditempat yang lain. Read More

Sikap Tengah Ahlussunnah antara Khawarij & Murji’ah dalam Bab Takfir

Saat menjelaskan washatiyah (sikap tengah) Ahlussunnah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata dalam Al Aqidah Al Washitiyah: “Mereka (Ahlussunnah) berada di tengah-tengah dalam: – (1) bab sifat-sifat Allah antara ahli ta’thil Al Jahmiyah dan ahli tamtsil Al Musyabbihah. – (2) Dan mereka (Ahlussunnah) berada di tengah-tengah dalam bab perbuatan-perbuatan Allah antara Al Jabriyah dengan Al Read More

Bantahan Syubhat Takfir Muayyan (Jilid 1)

Diantara syubhat terbesar seputar takfir muayyan adalah adanya orang-orang yang berdalil dengan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tapi bukan pada tempatnya. Selain itu mereka juga berdalil dengan ucapan Imam Dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab dan selainnya dari ulama-ulama kontemporer yang sifatnya umum dan meninggalkan ucapan-ucapan mereka yang muhkam/jelas. Maka mengkompromikan ucapan seorang alim disatu tempat dengan ucapannya sendiri Read More