Allah Ta’aala berfirman;

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا . الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا . أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا..

“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya”  Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.Mereka itu orang-orang yang kufur…” (QS. 18:105)

At-Thabari rahimahullah berkata di dalam tafsirnya; “Yang benar dari pendapat seputar masalah ini menurut kami perkataan; bahwa maksud Allah Azza wa Jalla dengan firman-Nya; “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya” yaitu siapa saja yang mengerjakan perbuatan yang dia kira baik dan benar. Dia mengira bahwa perbuatannya itu mentaati Allah diridhai. Sedangkan pada hakikatnya dengan perbuatannya itu dia dimurkai dan berpisah dari jalan ahli iman. Seperti para rahib dan pelayan gereja dan orang-orang semisal mereka yang berijtihad diatas kesesatan mereka. Tapi kendati begitu, disamping perbuatan dan ijtihad mereka, mereka orang-orang kafir dari agama mana pun mereka berasal.

Ini diantara dalil yang paling jelas akan kekeliruan perkataan orang yang menganggap bahwa seseorang tidak menjadi kafir kepada Allah kecuali apabila dia meniatkan kekufuran setelah dia mengetahui keesaan Allah. Karena apabila ucapan ini benar maka tentu mereka dengan perbuatan mereka yang telah Allah ceritakan bahwa mereka menyangka melakukan kebaikan, mereka mendapat pahala dan ganjaran kebaikan! Tapi kenyataannya bersebrangan dengan anggapan mereka. Justru Allah Jalla wa ‘Alaa mengabarkan tentang mereka bahwa mereka orang-orang kafir dan amal perbuatan mereka gugur.

Ibnu Mandah rahimahullah telah membuat sebuah bab dalam kitab Tauhid bersandar kepada ayat diatas; Penyebutan dalil bahwa seorang mujtahid yang keliru dalam proses mengenal Allah Azza wa Jalla dan keesaan-Nya…seperti seorang pembangkang!”

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dalam Ash-Sharim Al Maslul; “Dan kesimpulannya, barangsiapa mengatakan atau melakukan perbuatan yang merupakan kekufuran dia kafir karenanya, meskipun dia tidak meniatkan untuk kafir….karena tidak ada yang ingin kafir kecuali apa yang Allah kehendaki.”

Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam Al Fath; “Dan padanya terdapat keterangan bahwa diantara muslimin ada yang keluar dari agama tanpa ada maksud untuk keluar darinya dan tanpa ada kerelaan memilih agama selain agama Islam.”

Saya katakan; Allah Ta’aala tidak mengudzur mereka disini disebabkan karena ketidaktahuan mereka akan al haq dan kebenaran. Bahkan tidak menyelamatkan mereka pada kondisi tersebut niat yang baik, maksud yang lurus, belum lagi bahwa penilaian terhadap niat baik atau tidak kembalinya kepada Rabbul ‘Aalamin yang Maha Mengetahui apa-apa yang terdapat di dalam dada. Tapi kendati begitu Dia menilai bahwa mereka kafir, dan amalan mereka gugur. Dan ini adalah dalil bahwa hujjah telah sampai kepada mereka tapi mereka lalai dari menunaikan kewajiban terkait dengannya.

 

https://ar.islamway.net/article/37361/-5-%D8%AE%D8%B7%D8%A3-%D9%85%D9%86-%D8%B2%D8%B9%D9%85-%D8%A3%D9%86%D9%87-%D9%84%D8%A7-%D9%8A%D9%83%D9%81%D8%B1-%D8%A3%D8%AD%D8%AF-%D8%A5%D9%84%D8%A7-%D8%A5%D8%B0%D8%A7-%D9%82%D8%B5%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D9%83%D9%81%D8%B1-%D9%88%D8%B9%D9%84%D9%85%D9%87

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *